Tidak ada yang sia-sia
Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan yang terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saj dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat salah satu sisi mata uang saja. Bila anda berani menengok kesisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.
Anda tidak harus menjadi orang yang tersenyum terus atau menampakan wajah yang ceria. Optimisme terletak dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir kelaut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau, dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudera, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dn angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian meyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui diselokan rumah anda ?
Tahukah anda ? Sebuah pabrik biskuit dicina berhasil menciptakan biskuit yang digemari panda. Panda-panda yang kekurangan gizi mengkonsumsi biskuit itu dengan lahap dipusat pemeliharaan panda raksasa Chendu di provinsi Sichuan.
Apa kunci keberhasilan itu ? Ternyata karena bentuk biskuit itu mirip dengan makanan panda, yakni bentuk bambu. Tak jelas bagaimana rasa biskuit itu, yang pasti didalam biskuit itu dimasukkan vitamin dan juga serat untuk meningkatkan nutrisi dari binatang yang kini sudah makin punah.
Di seluruh cina diperkirakan kini cuma ada 1000 yang hidup dihutan, 120 di kebun binatang dan pusat riset. Dalam 20 tahun terakhir habitat panda telah berkurang sampai 40 %.
Kebahagian anda tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain. Namun bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagian akan layu dan mengering. Kebahagian bagaikan sebuah tanaman, harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. (J. Donald Walters)
Motivasi diri
BENIHSuatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu. Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?" "Sepertinya", lanjut sang bocah, "Aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini." Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah? Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara. "Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama. Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar." "Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran." Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.
Motivasi untuk menghadapi kehidupan
Hidup di zaman susah begini,rasanya sulit dan berat. Pikiran tiap hari hanya berapa duit yang bisa aku kumpulin hari ini? Akibatnya banyak dari kita yang menyanyangkan nasib dan memilih untuk berputus asa dan menjalani hidup ala kadarnya. Padahal mereka yang berani berbuat itu hanya menentang hukum kesuksesan Tuhan sehingga ia justru merugi.
Mensyukuri Hidup
Walau hidup memang sangat sukar dijalani bukan berarti kita harus terus-menerus menunjukkan gejala dan perilaku untuk mengeluh dan membenarkan sikap kita. Ada kalanya anda harus bisa berpikir tenang dan tidak gelisah. Kalau begitu lihatlah anda akan mudah berpikir jernih dan positif, dengan melakukan itu anda selain sudah membantu anda sendiri juga sudah ikut membantu orang lain yang kesusahan memikirkan diri anda.
Setiap dari kita tentu harus memberikan makna untuk kehidupan? Syukurilah bila anda masih memiliki Bapak dan Ibu, Kakak dan adik, dengan mereka anda bisa membagi keberadaan anda dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penguatan hidup mereka. Sehingga nantinya anda bisa saling merawat dan membina kehidupan seoptimal Anda bisa.
Untuk memudahkan pandangan anda untuk selalu dapat bersyukur atas kehidupan sering-seringlah menengok orang di bawah kita yang tidak memiliki seperti yang kita miliki. Tentu anda harus bahagia karena ternyata anda masih lebih beruntung dibanding orang-orang di sekeliling anda yang tak bisa mengecap keberuntungan seperti anda.Koreksilah diri kita sendiri, apakah selama ini kita telah mensyukuri semua yang sudah kita peroleh, apakah itu kesehatan, pengalaman kerja, kasih sayang dari seseorang. Kalau kita belum mampu untuk mensyukuri itu berarti kita memang belum pantas untuk mendapatkan yang lebih dari pada itu.
Marilah selalu bersemangat untuk melanjutkan kehidupan. karena masih banyak orang yang membutuhkan keberadaan diri kita. Maka memiliki motivasi di setiap saat merupakan hal yang mutlak agar langkah kita tak gampang goyah ditimpa musibah.
Motivasi
Hidup walau sesulit dan sepahit apapun harus tetap punya harapan. Kita perlu me-”motivasi diri sendiri ” agar terus berdaya menghadapi hari esok.
Cara meningkatkan motivasi
1. Beri hadiah kepada diri sendiri untuk memperkuat perilaku tertentu dan keberhasilan tertentu yang anda capai. Selalulah memberikan ucapan ”selamat’ kepada diri sendiri bila berhasil. Kalau tidak, Anda akan terbiasa menurunkan kebiasaan untuk bersikap riang.
2. Buatlah sasaran kerja secara yang efektif. Tetapkan sasaran untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, bukan menjadi yang sempurna. Milikilah tujuan yang lebih rinci, realistis, dan berada di bawah kendali kita .
3. Pahami lingkungan dan diri sendiri. Cermati dan kenali diri Anda sebaik-baiknya, agar anda mengerti bagaimana sebenarnya watak khusus anda untuk berhadapan dengan dunia di luar anda.
Selamat berjuang terus.
Motivasi Belajar
Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.
Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Stimulus motivasi belajarTerdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajarMotivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.
Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah prestasi.
Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar